Lilik WahyuniSeringkali ditemui bahwa siswa terlihat lebih aktif dikelas 3. Tetapi tidak jarang juga siswa minta diperhatikan lebih atau membuat aksi – aksi di kelas 5, ataupun siswa sudah menunjukkan tanda-tanda aktif mulai dari awal masuk sekolah di kelas 1. Hal-hal seperti ini banyak sekali menyebabnya. Salah satunya adalah kadang sekolah tidak memperhatikan kualitas Penerimaan Siswa Baru, yang lebih diutamakan adalah kuantitas untuk memenuhi bangku yang disediakan masalah siswa berkebutuhan khusus adalah tugas dan PR bagi para guru.

Kelas 3 adalah kelas tematik, walaupun tidak murni tematik atau disebut semi tematik. Kelas tematik sendiri adalah berada di kelas rendah di sekolah dasar yaitu kelas 1, 2, dan 3. Sedangkan kelas 4,5, dan 6 disebut kelas moving. Kelas tematik adalah kelas dengan pembelajaran tematik yang merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengkaitkan atau memadukan beberapa kompetensi dasar dan indicator dari kurikulum beberapa mata pelajaran (mapel) menjadi satu kesatuan untuk dikemas dalam satu tema. Dengan adanya kaitan tersebut maka siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.

 

Sedangkan kelas moving adalah kelas dengan pembelajaran secara Moving Class yang artinya berpindah-pindah kelas sesuai pelajaran disediakan ruang kelas yang kontekstual yaitu di lab. IPA, Bahasa, Perpustakaan, Agama, ataupun di lapangan kebun penelitian, ruang kesenian dsb.

 

Karena kelas tematik berada di kelas 1,2, dan 3 oleh sebab itu di kelas 1 dan 2 disediakan dua guru yang selalu standby di dalam kelas. Yaitu satu kelas terdiri dari kurang lebih 35 siswa dengan di bantu dua guru, yaitu wali kelas dan assisten dengan muatan pelajaran berakhir pukul 12.00 serta disediakan seorang pembantu bagian kebersihan yang menangani masalah anak-anak yang belum bisa mandiri, seperti pipis, berak di celana, sedang tidak enak badan dll.

Sedangkan di kelas 3 guru kelas hanya satu dengan muatan pelajaran lebih banyak sehingga pelajaran berakhir jam 14.00  dengan diasuh oleh berbagai guru bidang study dan seorang wali kelas. Kelas tematik adalah sangat membutuhkan guru kelas yang siap setiap saat berada didalam kelas, karena ibarat anak ayam sangat membutuhkan induknya agar dapat memenuhi segala yang dibutuhkan oleh anak ayam yang masih belia yang belum bisa mandiri tetapi bukan lagi tugas orang tua wali murid untuk ikut  serta kegiatan belajar mengajar di dalam kelas (kegiatan pembelajaran), karena berada disekolah adalah tugas guru sebagai pengganti orang disekolah.

Jadi sangatlah tidak tepat seorang guru / wali kelas tidak berada ditempat saat dibutuhkan oleh para siswanya sama dengan “ Anak ayam yang kehilangan induknyaâ€. Bayangkan sendiri suara anak ayam pasti rebut mencari-cari induknya, terlantar dsb.

Sedangkan dalam kerangka dasar kurikulum 2004 disebutkan bahwa 50% dari jam yang ada di kelas I dan II, pembelajaran membaca dan menulis permulaan (Calistung) dengan menggunakan tematik. Dan Peraturan Menteri nomor 22 tahun 2006 menyebutkan bahwa pembelajaran untuk kelas I, II, dan III dilaksanakan melalui pendekatan tematik. Itulah kenyataan yang sebenarnya bahwa di kelas 3 harus menghadapi dua moment yang tidak bisa dikatakan ringan atau sepele yaitu ujian IPT ( International Progressif Test ) oleh Cambriedge yang sudah berlangsung pada bulan October yang lalu, sedangkan yang akan segera menjelang adalah  ujian Calistung ( Membaca Menulis Berhitung ) oleh Dinas Pendidikan biasanya sekitar bulan Mei.

Ujian IPT ( International Progressif Test ) dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa secara Internasional. Diadakan mulai kelas 3 dan seterusnya sampai dengan kelas 6 dan SMP. Sedangkan ujian Calistung dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa dalam membaca, menulis, dan berhitung untuk mengikuti jenjang kelas berikutnya yaitu kelas 4,5, dan 6. Karena tidak jarang anak bisa sampai di kelas 3 tetapi tidak bisa menulis ( di dikte dalam bahasa Indonesia saja tidak bisa apalagi membaca dan menulis materi soal bahasa Inggris….????).

Itulah sebabnya siswa kelas 3 mengalami masa-masa Transisi dimana terjadi perubahan jam pelajaran, guru yang bervariasi, pelajaran yang beragam, apalagi kalau guru kelas “tidak care†terhadap anak didiknya pasti anak itu cari perhatian. Untuk itu mohon perhatian dan pengertian dari seluruh lapisan warga sekolah! Karena sejak jaman dulu kelas 3 selalu mengalami “Masa Transisi†masa peralihan menuju jenjang yang lebih sedikit dewasa. Jadi mohon kesadaran dari semua warga sekolah orang tua dan guru agar kegiatan belajar mengajar lebih kondusif!.


Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."