User Rating: / 0
PoorBest 

Erna Triana, S.Psi.Pagi tadi sewaktu saya akan mulai beraktifitas seperti bisanya, seperti yang saya lakukan 3 tahun terahir sebenarnya  cuaca cerah, langit tampak indah untuk dipandang, suasana sekeliling bersahabat, anak-anak cerah menapaki harinya pagi-ini, mereka bersendau gurau, lari berkejaran saling berbisik (entah apa yang mereka bicarakan) semuanya tampak hangat bersahabat. Sebenarnya pagi ini sama seperti pagi-pagi yang lalu, tapi entah mengapa hari menjelang siang, matahari terik bersinar dan sebenarnya hari ini sama sekali tidak bisa dikatakan mendung tapi saya merasakan mendung tiba-tiba datang.

Sempat terbesit di pikiran saya seandainya saja manusia sadar akan dirinya, sadar akan lingkungannya, sadar akan apa yang mereka kerjakan (profesi), tentu tidak akan ada sesuatu yang tidak kita inginkan.

Profesi  sebagai seorang guru (orang bilang  digugu dan ditiru) bukanlah pekerjaan yang mudah tapi juga bukan pekerjaan yang sulit jika benar-benar dilaksanakan dengan sepenuh hati. Tugas kita mulia membuat anak-anak yang tadinya tidak bisa apa-apa menjadi  bisa, membuat anak-anak mengerti arti dari berbagai hal yang tadinya belum mereka mengerti sama sekali, membuat mereka mengerti akan dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya pendek kata  kita adalah PAHLAWAN TANPA TANDA JASA seperti slogan yang sudah terlalu akrab di telinga kita. Kesadaran pribadi kita akan profesi yang sudah kita pilih harus kita tumbuhkan dari lubuk hati yang paling dalam, kita kuatkan diri untuk menerima berbagai cobaan dan godaan dari lingkungan (pimpinan, rekan kerja, siswa-siswi, dan wali murid) bukankan setiap pilihan hidup ada sisi negatif dan positifnya. Kesadaran itu  tidak tumbuh dengan begitu saja tapi harus kita tanamkan, seperti hadirnya bunga mawar dihalaman kita, dia tidak tumbuh dengan begitu saja tanpa ada yang  menanamnya. Begitu pula dengan tanggung jawab tidak akan ada dalam hati setiap insan jika tanpa ditumbuhkan dengan sadar. Jadi tanggung jawab diri ada pada kita karena memang dengan sengaja kita menanamnya dan setelah kita tanam tidak bisa kita biarkan begitu saja, seperti bunga mawar tadi, dia perlu dipupuk dan disiram setiap hari agar tumbuh subur dan berbunga indah , pun begitu dengan tanggung jawab perlu dipupuk dan disirim agar tidak layu dan mati.

Saya berusaha   memberi pupuk yang lebih pada nurani saya dan  menyiramnya setiap hari, sehingga  rasa tanggung jawab itu insyaallah selalu ada dalam nurani saya. Sudahkah kita memberi pupuk dan menyiramnya setiap hari pada tanggung jawab ini ? Cobalah jawab dengan nurani. Yang jelas profesi ini menuntut perhatian yang lebih dari kita, menuntut tanggung jawab kita selaku pendidik karena tugas kita mencetak generasi masa depan bangsa ini. Berat? Tidak juga asal kita lakukan dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa dan pikiran kita.

Tugas ini mau tidak mau sudah ada dipundak kita sesuai dengan pilihan hidup  yang telah kita jatuhkan pada profesi ini dan mau tidak mau kita harus melaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tidak setengah-setengah. Cintai profesi ini seperti kita mencintai diri kita sendiri.

Bagaimana cara menumbuhkan tanggung jawab diri ini ?

Banyak cara-cara yang bisa kita lakukan  untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab ini, salah satu diantaranya adalah rasa  memiliki, jika kita merasa sudah memiliki maka ada hasrat di hati untuk menjaganya, memelihara, dan memajukan serta membuat sesuatu yang kita cintai tersebut menjadi lebih baik.

Bagaimana jika sistem yang diperbaiki? Baiklah, sistem  dalam suatu organisasi, pemerintahan, perusahaan bahkan pendidikan (di mana pun tempatnya) sangat perlu dan penting sekali, coba saja kalau kita bekerja  (di mana saja tempatnya) jika sistemnya  tidak bagus maka output pun akan kurang maximal, produksi yang dihasilkan tidak sesuai dengan target yang diharapkan.

Tetapi..... bagaimana pun baiknya sebuah sistem dibuat apabila kita sebagai SDM (sumber daya manusia) yang menjalankan sistem tersebut tidak mempunyai rasa tanggung jawab, tidak mempunyai rasa memiliki dan tidak  mencintai pekerjaan tersebut maka hasilnyapun tidak sesuai dengan harapan.

Adanya sistem yang baik memang bisa diharapkan kinerja pelaku-pelakunya sesuai dengan sistem yang sudah dibuat, tapi kembali lagi pada manusianya sadarkah mereka akan tanggung jawab dirinya terhadap pekerjaan (profesi) yang terlanjur melekat pada mereka? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan hati bukan dengan mulut yang menyatakan SADAR. Ya hati nurani kitalah yang paling pantas untuk menjawab pertanyaan tersebut karena hati yang mengetahui kita benar atau salah, kita berbohong atau tidak.

Keesokkan harinya saya mencoba menghalau mendung, saya takut hujan akan turun karena saya tidak punya payung untuk menghindari hujan apabila tiba-tiba turun, selain  YANG DIATAS. Mudah-mudahan di lain waktu semua akan berubah menjadi baik untuk semua yang terlibat didalamnya tanpa kecuali. Amin

 

Oleh : Erna Triana, S.Psi, guru BK SD Khadijah 2

Comments
Add New Search
Zahrah   |110.139.20.xxx |2011-01-13 23:17:46
semoga saya termasuk dalam orang yang bertanggung jawab dalam menjalani profesi
ini. amin :)
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."